Bicara CINTA memang tak akan pernah ada hentinya dari sejak manusia ini ada hingga akhir zaman cinta tak akan pernah lepas dari hati manusia seperti halnya cintanya Adam pada Hawa dan cinta seluruh insan di alam jagat raya ini benar-benar telah membuktikan bahwa manusia ini diciptakan kedunia disertai rasa cinta. Cinta yang memiliki ribuan makna dan bahkan jutaan makna, yang pada setiap individu mempunyai pengaruhnya sendiri-sendiri.

Kembali ke fitrah manusia yang dikaruniai rasa cinta, maka jelaslah cinta itu adalah kurnia Tuhan sebagai cahaya bagi sanubari. Ketika cinta hadir merenungi relung jiwa manusia disitu pulalalah rasa rindu bermula yang kadang membahagiakan tapi juga menyesakkan dada seperti terdapat dua rasa yang saling bertolak belakang antara manis dan pahit, tapi tahukah bahwa cinta sejati itu tak pernah meminta tapi sebaliknya malahan memberi dengan sepenuh kerelaan dan tanggung jawab, sehingga meskipun terasa sengsara yang muncul di hati adalah rasa bahagia.

Pengaruh cinta pada kehidupan manusia sangatlah besar sehingga biar pahit menghiris, luka membara, dan letih jiwa dan raga semua bisa hilang karena cinta. Biar pahit, biar manis biarpun perih namun bahagia cinta membalut semua rasa itu, menghibur seluruh nestafa , merwat kedukaan dan menimbulkaan kedamaian di dada.

Cinta pun dapat memadamkan api permusuhan, pertikaian, kebencian, dan menggantinya dengan jalinan kasih sayang yang murni. Namun sadarkah kita bahwa cinta yang murnilah yang perlu kita idam-idamkan yakni cinta tanpa disertai nafsu yang dapat mencemarkan kejernihan cinta itu sendiri. Kita bisa melihat sekekliling bahwa begitu banyak sekali insan yang mengatasnamakan cinta hingga rela berkorban tanpa memandang lagi nilai, norma agama dan susila. Janganlah karena cinta kitapun terlena dan menggadaikan seluruh martabat, harga diri dan tuntunan illahi.

Ingatlah cinta sejati sesungguhnya adalah cinta pada Illahi, cinta tulusnya ayah bunda, cinta sesama saudara seukhuwah dan cinta yang dilandasi oleh jalinan suci yang diridhoi illahi.